MENGENAL NVIVO: APLIKASI PENGOLAH DATA KUALITATIF

Jika berbicara mengenai pengolahan data kualitatif yang tidak bias dan kredibel, Nvivo solusinya. Selama ini kita hanya mengenal aplikasi untuk mengolah data kuantitatif seperti SPSS (Statistical Package for Social Science), SAS (Statistical Analysis System), AMOS (Analysis of Moment Structure) namun jarang sekali terdengar bahwasannya ada aplikasi khusus untuk mengolah data kualitatif. Nvivo hadir sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan pengolahan serta analisa terhadap data kualitatif yang mana selama ini dalam penelitian kualitatif jarang menggunakan sistem otomasi analisa data kualitatif. Biasanya peneliti kualitatif akan mengolah data dengan cara (Miles, Huberman, 1984) membuat tabulasi data, mereduksi data, memberikan coding pada data yang akan diteliti, menyajikan data, dan memverifikasi data secara manual. Oleh sebab itulah Nvivo digunakan sebagai alat bantu peneliti untuk melakukan penelitian pada data kualitatif dengan asumsi peneliti paham atas data-data yang akan dioleh dan dianalisa.

Dalam sejarahnya sebagai aplikasi pengolah dan analisa data kualitatif, Nvivo telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Nvivo dibuat oleh seorang programmer yang bernama Tom Richards pada tahun 1981 yang pada awal kemunculannya hanya digunakan untuk membantu istrinya yang seorang peneliti kualitatif. Pada awal kemunculannya nama awal Nvivo adalah NUD*IST (Non-Numerical Unstructed Data Indexing Searching and Theorizing) hal ini berdasarkan pada kegelisahan untuk mendapatkan hasil olah data kualitatif yang objektif walaupun bukan merupakan data numerik. Pada tahun 2002 NUD*IST kemudian berubah nama menjadi Nvivo yang berdasarkan pada istilah Vivo, in Vivo yang merupakan koding berdasarkan data hidup yang dialami partisipan di lapangan (Strauss, 1987; Glasser, 1978). Dari perjalanan panjangnya, di tahun 2018 Nvivo bertransformasi sebagai aplikasi kredibel yang dikembangkan oleh QSR International dalam melakukan olah data kualitatif yang memiliki fungsi utama untuk melakukan koding data dengan efektif dan efisien. Dengan begitu, kebiasaan menulis deskriptif pada penelitian kualitatif akan mendapatkan hasil yang objektif.

Meminjam pernyataan yang dikemukakan oleh Achman Nurmandi, seorang Guru Besar pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, memaparkan bahwa Problem utama Dosen dan Mahasiswa terutama di lingkungan sosial dan humaniora adalah kurangnya tulisan dan publikasi pada jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional, selain karena kebiasaan menulis deskriptif melalui metodologi kualitatif, juga disebabkan kurangnya pengetahun untuk mengases informasi aplikasi-aplikasi IT yang dapat menunjang penilitian. Lebih lanjut, Nurmandi juga menjelaskan bahwa Metodologi penelitian kualitatif dapat dikembangkan dari deskriptif menjadi penelitian dengan pola yang menarik dan berbasis angka-angka atau data-data objektif. Melalui Aplikasi/Software NVivo 12 Plus.

Sebelum menggunakan aplikasi Nvivo sebagai alat bantu untuk mengolah dan menganalisa data kualitatif, setidaknya peneliti memahami terlebih dahulu bagaimana filosofi dalam melakukan penelitian kualitatif sebagai fundamental dalam menggunakan Nvivo. Ada dua filosofi mendasar dalam melakukan penelitian kualitatif. Pertama meminjam pernyataan yang dikemukakan oleh (Spradley, 1979) dijelaskan bahwa

“I want to understand the world from your point of view, I want to know what you know in the way you know it. I want to understand the meaning of your experience, to walk in your shoes, to feel the things as you feel them, to explain the things as you explain them. Will you become my teacher and help me understand?”

Kedua, filosofi teknis yang dikemukakan oleh (Richardson, 1990) membawa peneliti untuk memahami fundamental kualitatif sebagai

“Writing up qualitative research “covert[s] private problems into public issues, thereby making collective identity and collective solutions possible.”

Dengan memahami fundamental filosofi penelitian kualitatif di atas setidaknya pengguna Nvivo memahami tiga syarat mutlak dalam melakukan aktifitas olah data. Pertama, Nvivo bukan Software yang Melakukan Analisis Data Sendiri Secara otomatis. Kedua, Proses Analisis Kuncinya ada pada peneliti sendiri. Ketiga, kemampuan analitik masih diperlukan oleh peneliti.

Nvivo memiliki cukup banyak kelebihan dalam melakukan olah data kualitatif. Pertama dari segi bahan literatur untuk diolah. Setidaknya hampir semua data kualitatif dapat diolah menggunakan Nvivo baik itu berbentuk digital maupun cetak. Dalam versi cetak, nvivo dapat mengolah buku, semua jenis data berbentuk hardcopy, majalah, jurnal, dan koran. Pada versi digital data yang dapat diolah lebih kompleks seperti transkrip, catatan lapangan, temuan umum, video, rekaman audio, gambar, berita online dan komentar di media sosial.

Kedua dari segi teknis penggunaan, Nvivo memiliki kelebihan antara lain

  1. Data yang jumlahnya cukup banyak dapat diolah dengan terstruktur
  2. Sumber data yang diolah cukup bervariasi seperti
  3. Wawancara (terstruktur atau tidak terstruktur)
  4. Observasi
  5. Dokumen laporan
  6. Media sosial (Facebook, Twitter, Whatsapp dan LinkedIn)
  7. Berita media elektronik
  8. Laporan penelitian online
  9. Video online atau rekaman video peneliti
  10. Foto
  11. Spreadsheet SPSS, Excel dan aplikasi survey (Survey monkey dan Qualtrics)
  12. Peneliti dapat dengan mudah melakukan Koding / Re-Koding
  13. Analisa data dapat dilakukan dengan sederhana dan mudah
  14. Tanpa harus membuat matriks
  15. lebih dari satu projek penelitian kualitatif dapat diolah secara bersamaan
  16. Mempermudah pengolahan dan analisis data yang terdiri dari beberapa peneliti dalam 1 Tim
  17. menggabungkan hasil analisis beberapa Peneliti dalam satu projek NVIVO
  18. ‘Memaksa’ peneliti untuk membaca transkrip secara detail
  19. Mengurangi kecenderungan peneliti terjerumus dalam penelitian yang tidak valid dan tidak reliebel. (terdapat Nilai Kappa (>0.75) = menilai validitas hasil koding oleh Tim Peneliti)
  20. Bisa menghitung “kekerapan” (frekuensi) suatu informasi atau data
  21. NVivo dapat memetakan data yang bersumber dari peneliti, informan, data sekunder (prosiding konferensi, buku, laporan hasil penelitian, memos, dokumen sejarah, artikel jurnal, anotasi bibliografi, berita online, catatan lapangan, jurnal harian peneliti)
  22. Mempresentasi hasil analisis data dengan model diagram, grafik menganalisis hubungan asosiatif (satu arah & simetris)

Dari beberapa kemampuan Nvivo di atas sudah semestinya peneliti kualitatif terutama peneliti yang bergelut pada bidan sosial dan humaniora beralif dari metode manual yang masih terkesan bias dan subjektif ke metode digital yang menggunakan sistem Nvivo. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian kualitatif memiliki daya jual dan saing yang tinggi dengan keobjektifannya sebagai solusi atas berbagai macam masalah sosial dan humaniora.

 

Oleh: M. Royyan Nafis Fathul Wahab, M.Ag

Dosen Metodologi Studi Islam Fakultas Tarbiyah

About author