Urgensi Maktabah Syamilah Dalam Penelitian Hadis

Dalam penelitian hadis sudah pasti tentu membutuhkan kitab-kitab klasik seperti kutub al sittah atau kutub al-tis’a sebagai bahan literatur untuk melakukan penelitian hadis. Dalam dunia penelitian hadis salah satu teknik penelusuran hadis dikenal dengan teknik takhrij al-hadis yang artinya secara etimologi mengeluarkan hadis dan secara terminologi adalah mengetahui susunan rantai sanad hadis tersebut dikeluarkan dari mukharij hingga sampai pada Rasulullah SAW. Tidak hanya itu, dalam melakukan proses takhrij dilakukan juga analisa pada perawi yang dikenal dengan kritik sanad hadis (jarh wa ta’dl) yaitu mengetahui tingkat keadilan dan ke dhobitan perawi. Di zaman sekarang, tentu menggunakan kitab fisik dalam melakukan proses takhrij hadis sangat tidak efisien karena akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum lagi menganalisa bentuk periwayatan antar perawi apakah menggunakan bentuk raaitu, sami’tu atau ‘an. Maka dari itu seiring perkembangan zaman, dibuatlah maktabah syamilah yang salah satu fungsinya untuk membantu peneliti hadis dalam melakukan penelitian terhadap hadis baik dari segi matan maupun sanad. Maktabah syamilah sebagai bentuk modern dari literasi informasi arab (baik kitab klasik maupun kitab kontemporer) dalam bentuk digital memiliki urgensi mempersingkat waktu dalam melakukan penelitian hadis baik dari segi matan maupun sanad. Adapun langkah-langkah menggunakan maktabah syamilah dalam melakukan takhrij terhadap hadis adalah sebagai berikut

  1. Bila belum memiliki Maktabah Syamilah, download maktabah sayamilah di https://shamela.ws/index.php/page/download-shamela
  2. Tentukan hadis yang ingin dilakukan takhrij. Disini kami menggunakan hadis 225 pada kitab Shahih Muslim

صحيح مسلم (1/ 204(

(225) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

  1. Temukan hadis tersebut pada maktabah syamilah dengan menggunakan fitur search (logo )
  2. Tulis hadis yang ingin ditakhrij di kolom pencarian dengan memberikan tanda ceklis pada kitab shahih Muslim hingga muncul halaman seperti di bawah ini

 

  1. Klik tombol takhrij yang ada diatas dengan logo
  2. Tunggu sebentar hingga muncul halaman takhrij hadis seperti di bawah ini

Di kolom kitab itulah dapat ditemukan takhrij hadis di atas bahwa hadis dengan redaksi demikian dapat ditemukan di berbagai kitab hadis seperti Musnad Ahmad, Shahih Bukhari, dll.

Selain dalam melakukan takhrij, maktabah syamilah juga bisa digunakan untuk mengetahui kualitas sanad dalam hadis tersebut yang dinamakan kritik sanad hadis (jarh wa ta’dl). Adapun dalam melakukan proses kritik sanad hadis pada hadis diatas adalah sebagai berikut.

  1. Buka halaman hadis yang ingin diketahui kualitas sanadnya

  1. Lakukan blok pada nama perawi yang ingin diketahui kualitasnya disini penulis ingin mengetahui kualitas sanad dari seorang yang bernama Muhammad ibn Rafi’

  1. Klik tombol untuk mengetahui kualitas sanad dari Muhammad ibn Rafi’
  2. Tunggu beberapa saat hingga muncul halaman di bawah ini

 

Disini diketahui bahwa Muhammad ibn Rafi’ memiliki kualitas sanad thiqah (adil dan dhabit) yang diberikan penjelasan oleh Ibnu Hajar al-Athqalani selaku penulis sharah dari kitab hadis shahih al-Bukhari

Demikian urgensi Maktabah Syamilah dalam membantu proses penelitian hadis. Maktabah Syamilah memiliki peran untuk melakukan efisiensi waktu penelitian hadis terutama pada kajian takhrij agar mempersingkat peneliti hadis dalam menemukan kitab mana sajakah yang telah memuat hadis tersebut. Disamping itu, Maktabah Syamilah dapat dengan cepat menemukan kualitas sanad pada suatu hadis. Apakah perawi dalam hadis tersebut memiliki status thiqah atau munkar.

*M. Royyan Nafis Fathul Wahab

 

 

About author

GENERASI EMAS DAN PROBLEMATIKANYA

Di era saat sekarang ini, keilmuan seseorang yang didapatkan dari bangku sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang memakan waktu lumayan lama 16 ...