Kesetaraan Jender Dalam Menepis Stigma

Seiring beratnya cobaan kehidupan tidak sedikit perempuan yang menjadi tulang punggung dalam sebuah keluarga, bahkan lebih dari itu, yaitu  menjadi kepala dalam sebuah rumah tangga.

Di tengah masa pandemi covid ini, tidak sedikit perempuan menjadi satu-satunya yang menjadi tumpuan keluarga, tiada sedikitpun rasa keputus asaan di tengah berlangsung nya stigma yang terus membias.  Taruhlah sumini ( 47 ), meski situasi yang kekurangan dari segi materi karena ditinggal suaminya meninggal, pantang baginya untuk putus asa  bersama-sama anaknya yang tinggal dipinggiran rumah kayu, perkampungan kampung Tergalsari, Kelurahan Majasem, Kecamatan Kendal, Kab Ngawi. untuk terus berjuang melanggengkan kehidupanya

Selain membuka usaha membuka warung gorengan di pinggir jalan  dia juga menjadi buruh di tempat juragan tanah dan bekerja menjadi buruh serabutan  “ sudah lebih dari 9 tahun saya memperjuangkan anak anak alhamdulillah sekarang kelas X , SMA kata Sumini, jumat ( 131/8/2020)

Setelah mendapat bentuk pendampingan  dari yayasan pemberdayaan perempun kepala keluarga  sedikit demi sedikit Sumini mulai bangkit,  dari hasil yang disisihkan dari usahanya jualan gorengan, setiap harinya dapat menyisihkan 35.000, namun penghasilan itu kurang cukup  sehiuingga ia juga menjadi buruh di rumah juragan tanah untuk menjadi buruh srabutan ketika penghasilan warungnya kurang mencukupi.

Jikalau sewaktu waktu ketika warungnya ibu Sumini merugi tidak  jarang meminjam ke rentenir untuk tambahan modal.

Disini sebagai tulang punggung keluarga sumini terus berjuang untuk menghidupi keluarga kecilnya. demi perjuangan menyekolah anak anak nya agar bernasib tidak sama seperti dirinya  yang hanya lulusan SD .  “ kepada kita Sumini menuturkan hanya pengalaman dan pendidikan yang ingin saya sumbangsihkan kepada anak anakku, karena tidak ada harta yang bisa kuwariskan kepada anak ku .

Oleh Trizakaria

About author