URGENSI ORIENTASI PERPUSTAKAAN BAGI MAHASISWA BARU

Pendahuluan

Belajar di perguruan tinggi berbeda dengan belajar di sekolah. Belajar di perguruan tinggi menuntut kemandirian dalam berbagai hal. Kemandirian dalam mengatur aktivitas sehari-hari, menyiapkan kebutuhan belajar, dan termasuk menunaikan tugas perkuliahan. Untuk menyelesaikan tugas tersebut maka mahasiswa memerlukan berbagai sumber informasi. Salah satu fasilitas yang menyediakan berbagai sumber informasi tersebut yakni perpustakaan. Mahasiswa baru harus mengenal perpustakaan lebih dekat supaya dapat memperoleh informasi yang tersedia di perpustakaan dengan efektif dan efisien.

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki tugas utama mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan oleh seluruh civitas akademika perguruan tinggi tersebut, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki tugas mengembangkan suatu strategi ataupun program guna mengenalkan berbagai fasilitas dan layanan serta koleksi yang dimilikinya agar dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Pengenalan perpustakaan sangat penting dilakukan terutama bagi mahasiswa baru yang akan menempuh studi di perguruan tinggi. Program pertama yang dilaksanakan di perpustakaan yaitu orientasi perpustakaan.

Mahasiswa baru berasal dari beragam sekolah dengan fasilitas yang berbeda-beda termasuk keberadaan perpustakaan di sekolah tersebut.  Keragaman tersebut memberikan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda diantara mereka. Sehingga terdapat perbedaan pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan perpustakaan, terutama kemampuan dalam menemukan buku dari rak koleksi atau penelusuran melalui katalog online. Dengan latar belakang tersebut kegiatan orientasi perpustakaan atau pengenalan perpustakaan sangat penting untuk dilakukan.

Tujuan Orientasi Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sebuah lembaga yang terus berkembang, terutama beriringan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini berdampak terhadap munculnya berbagai layanan baru di perpustakaan. Selain peluang pengembangan perpustakaan muncul pula tantnagan agar perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemustaka. Oleh karena itu muncul program kegiatan pendidikan pemustaka. Salah satunya yaitu orientasi perpustakaan. Orientasi perpustakaan bertujuan mengenalkan perpustakaan kepada mahasiswa agar tertarik untuk memanfaatkan perpustakaan (Brown, 2017)

Orientasi perpustakaan adalah orientasi kepada pemusakana agar mereka mengenal lebih dekat perpustakaan. Orientasi ini pada umumnya dilaksanakan alam bentuk kunjungan dan penjelasan singkat mengenai jasa, koleksi, jam buka, dan fasilitas lain dari perpustakaan. Menurut Sulistyo Basuki tujuan orientasi perpustakaan yaitu mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka mengenai aspek fisik perpustakaan, bagian-bagian layanan perpustakaan,  jasa khusus seperti penelusuran berbantuan computer, organisasi koleksi yang digunakan misalnya sistem OPAC, Dewey Decimal Classification (DDC) dan metadata, serta menumbuhkan motivasi dikalangan pemakai untuk mau kembali ke perpustakaan guna memanfaatkan koleksinya (Pratiwi & Febriansyah, 2014)

Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa orientasi perpustakaan merupakan kegiatan dalam upaya mengenalkan perpustakaan kepada pengguna perpustakaan. Oleh karena itu, materi orientasi perpustakaan terdiri dari pengenalan secara umum mengenai apa yang dimiliki perpustakaan. Menurut Ingalls (2015) dia mengkategorikan apa yang disajikan dalam orientasi peprustakaan ke dalam lima kategori yaitu :

  1. Mengenalkan denah atau layout perpustakaan atau mengenalkan perpustakaan secara fisik mengenai ruang yang tersedia.
  2. Mengenalkan website peprustakaan atau megenalkan perpustakaan secara
  3. Mengenalkan penggunaan katalog.
  4. Mengenalkan jenis layanan dan koleksi.
  5. Mengenalkan cara menemukan bahan pustaka milik perpustakaan.

Perpustakaan sebagai sebuah sarana fisik dan sebuah sistem layanan perlu dikenalkan kepada pemustaka. Kegiatan orientasi perpustakaan memiliki tujuan mengenalkan perpustakaan kepada pemustaka tentang fasilitas, sumberdaya manusia, koleksi dan layanan perpustakaan. Sebagaimana dikutip Alam (Alam, 2014) dari Malley (1984), Rahayuningsih (2005) dan Ratnaningsih (1994) dapat disimpulkan bahwa tujuan orientasi perpustakaan yaitu

  1. Pemustaka dapat mengetahui keberadaan perpustakaan.
  2. Pemustaka mengetahui fasilitas yang disediakan dan tata letaknya di perpustakaan.
  3. Pemustaka mengenal koleksi yang dimiliki peprustakaan termasuk bentuk dan jenis koleksi tersebut.
  4. Pemustaka mengetahui berbagai jenis layanan yang tersedia di peprustakaan.
  5. Pemustaka mengetahui cara melakukan penelusuran informasi melalui katalog dan menemukan koleksi secara efektif.
  6. Pemustaka mengetahui tata tertib dalam memanfaatkan peprustakaan dan dapat mentaatinya dengan baik.
  7. Pemustaka mengenali pustakawan dan dapat berinteraksi dengan baik.
  8. Pemustaka memiliki motivasi dalam memanfaatkan perpustakaan untuk memnhui kebutuhan informasi.

Manfaat Orientasi Perpustakaan

Banyak kajian dan penelitian yang menunjukkan tentang manfaat dari program orientasi perpustakaan. Secara umum orientasi perpustakaan bermanfaat antara lain membekali pengguna perrustakaan dengan berbagai kemampuan dalam mengidentifikasi, menelusuri, menemukan dan memanfaatkan informasi. Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk proses belajar secara mandiri dalam menempuh pembelajaran di perguruan tinggi maupaun proses belajar seumur hidup. Kegiatan orientasi perpustakaan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi akademik dan dapat meningkatkan kemampuan membaca mahasiswa. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai titik awal dalam menjalankan kegiatan perkuliahan terutama ketika menyusun tugas dan penelitian yang diberikan oleh dosen dalam perkuliahan. (Manuwa, Agboola, & S. Aduku, 2018)

Metode Orientasi Perpustakaan

Orientasi perpustakaan dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang digunakan dalam orientasi perpustakaan meliputi beberapa kategori metode orientasi perpustakaan (Ingalls, 2015) (Pratiwi & Febriansyah, 2014)

  1. Metode tour perpustakaan. Metode ini meskipun tradisional masih efektif dalam kegiatan orientasi perpustakaan. Pemustaka dikenalkan kepada gedung dan ruang perpustakaan. Tur perpustakaan dipandu pustakawan atau staf perpustakaan untuk mengenal ruang sekaligus layanan yang tersedia. Koleksi secara fisik baik buku, terbitan berseri, komputer dan lokasi perpustakaan.
  2. Metede workshop atau seminar. Melalui metode ini pemustaka dikenalkan terhadap berbagai sumber daya perpustakaan. Fokus dari kegiatan ini berupa pengenalan lokasi sumber daya yang ada secara fisik, elektronik dan menggunakannya secara efektif.
  3. Presentasi dalam kelas. Materi orientasi perpustakaan yang dipresentasikan dalam kelas sama dengan materi yang disajikan dalam workshop atau seminar. Metode ini juga menekankan pada integritas akademik yang berkaitan dengan penggunakan sumber daya perpustakaan yaitu sitasi yang benar, hak cipta, dan plagiarisme.
  4. Metode program audio visual untuk keperluan orientasi. Informasi disajikan secara konsisten dan dapat diakses setiap waktu. Apalagi dengan memanfaatkan berbagai fasilitas media baik media social maupun online melalui internet. Pustakawan dapat menyusun berbagai konten orientasi perpustakaan dan menyajikannya melalui media-media tersebut.
  5. Metode pembuatan tanda atau marka informasi grafis sebagaimana di sebuah gedung atau sarana umum lainnya. Pare pemustaka secara langsung diarahkan dalam pemanfaatan perpustakaan melalui marka tersebut. pembuatan tanda atau marka tersebut sangat penting terutama di peprustakaan yang memiliki banyak fasilitas dalam area yang cukup luas. Tanda tersebut bermanfaat bagi pemustaka agar mereka dapat dengan mudah dalam mencari sebuah ruangan atau fasilitas lainnya.

 

Kesimpulan

Mahasiswa baru di perguruan tinggi perlu mengenal berbagai sistem dan fasilitas yang ada di kampus tempat mereka belajar. Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas yang akan dimanfaatkan dikala mereka melakukan kegiatan belajar. Mahasiswa baru harus mengenal secara lebih detail mengenai berbagai aspek dalam pemanfaatan perpustakaan. Kegiatan orientasi atau pengenalan perpustakaan bagi mahasiswa baru merupakan wadah dalam mengenal perpustakaan tersebut. Dalam orientasi ini mahasiswa baru dapat mengenal dan mencoba untuk memanfaatkan layanan perpustakaan yang tersedia. Perpustakaan membimbing mereka dengan metode yang efektif dan efisien agar tujuan orientasi dapat tercapai dengan baik. Ketika mahasiswa baru telah mengenal dengan baik dan dapat memanfaatkan perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mereka maka hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa kegiatan orientasi telah berhasil dengan baik. Dengan demikian kegiatan orientasi ini sangat penting bagi mahasiswa baru agar mereka tidak tersesat dalam perpustakaan dan dapat memanfaatkan peprustakaan dengan sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Alam, S. (2014). Manfaat orentasi pendidikan pengguna.J U P I T E R, 13(2). Retrieved from http://journal.unhas.ac.id/index.php/jupiter/article/view/1648

Brown, E. (2017). You have one hour: Developing a standardized library orientation and evaluating student learning. Education Libraries, 40(1). https://doi.org/10.26443/el.v40i1.19

Ingalls, D. (2015). Virtual Tours, Videos, and Zombies: The Changing Face of Academic Library Orientation. Visites Virtuelles, Vidéos et Zombies : Le Nouveau Visage de I’initiation à La Bibliothèque Universitaire., 39(1), 79–90. https://doi.org/10.1353/ils.2015.0003

Manuwa, A., Agboola, B., & S. Aduku, B. (2018). Effects of Library Orientation on Library Use in Two Academic Libraries in Gashua, Yobe State, Nigeria. JOURNAL OF LIBRARY AND INFORMATION SCIENCES, 6(2). https://doi.org/10.15640/jlis.v6n2a5

Prasetyo, B., & Jannah, L. M. (2008). Metode penelitian kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Pratiwi, J. E., & Febriansyah, I. (Eds.). (2014). Senarai pemikiran Sulistyo Basuki: Profesor pertama ilmu perpustakaan dan informasi di Indonesia (Cet. Pertama). Jakarta: Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII).

Setiawan, H. (2014). Efektivitas kegiatan orientasi perpustakaan (studi eksplanatif tentang efektivitas kegiatan orientasi perpustakaan terhadap pemanfaatan layanan pada perpustakaan universitas airlangga surabaya). Journal Unair, 3(1). Retrieved from http://journal.unair.ac.id/LN@efektivitas-kegiatan-orientasi-perpustakaan–(-studi-eksplanatif-tentang-efektivitas-kegiatan-orientasi-perpustakaan-terhadap-pemanfaatan-layanan-pada-perpustakaan-universitas-airlangga-article-6704-media-136-category-136.html

 

Oleh: Komarudin. M.Hum

Pustakawan Madya IAIN Kediri

 

About author