LAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Di masa genting seperti saat ini, para muda-mudi hingga tua akan memfokuskan dirinya pada media berita melalui televisi, media sosial maupun media online lainnya. Masyarakat juga akan menggunakan waktunya untuk berselancar informasi di internet dan media komunikasi seperti Line, WhatsApp, Telegram, Facebook, Twitter, dan Instagram untuk memperoleh informasi terbaru/ up-to-date terkait dengan Covid-19. Masyarakat membutuhkan informasi terbaru seputar perkembangan terbaru Covid-19 seperti misalnya jumlah pasien yang terjangkit virus Corona, kebijakan-kebijakan baru pemerintah dalam menanggulangi pandemi, informasi tentang vaksin, dan lain lain. Banyak mahasiswa yang melakukan pembelajaran melalui online atau dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus. Oleh sebab itu perpustakaan harus dapat mengambil peluang untuk mempromosikan perpustakaannya agar eksistensinya terlihat di mata masyarakat. Perpustakaan dapat memaksimalkan layanan digitalnya melalui perpustakaan digital yang dimilikinya. Perpustakaan dapat mengoptimalkan layanan yang ada dengan membuat perkembangan-perkembangan baru yang dapat mempermudah pemakai dalam mengakses informasi. Dalam pengembangan perpustakaan digital saat ini dan masa depan, diperlukan kesiapan dari pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan yang dapat mengikuti perkembangan zaman dan responsif terhadap perubahan, salah satunya bila terjadi pandemi seperti sekarang ini.

Perpustakaan merupakan organisasi yang tumbuh (growing orgnism). Oleh sebab itu, kemajuan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan pengembangan perpustakaan merupakan tuntutan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan zaman. Perpustakaan harus sudah merubah perpustakaan fisiknya ke dalam bentuk non-fisik atau digital yang dapat diakses dimana dan kapanpun oleh masyarakat. Dengan berkembangnya teknologi informasi, maka perpustakaan dapat memanfaatkannya dengan membuat perpustakaan digital dengan bentuk web responsive. Akan tetapi, implementasi perpustakaan digital pada masa kini masih jauh dari yang diharapkan. Terdapat beberapa masalah terkait dengan perpustakaan digital, yaitu belum adanya konsep perancangan pembangunan perpustakaan digital yang jelas, terdapat masalah terkait dengan manajemen, teknologi dan kebijakan akses, dan strategi pengembangannya. Disamping permasalahan tersebut, isi atau konten yang berada di website juga menjadi salah satu masalahnya. Oleh sebab itu, komunikasi informasi berperan enting dalam pengembangan sebuah perpustakaan digital.

Dengan bantuan teknologi, perpustakaan dan pustakawan dapat memberikan layanannya melalui online. Misal layanan sirkulasi, dengan perpustakaan digital maka pemustaka dapat melakukan peminjaman dan pengembalian buku yang berbentuk e-book. Selain itu, perpustakaan juga dapat memberikan layanan Ask Librarian sebagai pengganti pustakawan di perpustakaan fisik. Selain itu, juga dapat memberikan fitur-fitur baru seperti menonton film, gaming, dan fitur lain yang berguna untuk menarik minat pemustaka dalam menggunakan perpustakaan tersebut sebagai hiburan.

Sebagian besar perpustakaan perguruan tinggi sudah mengembangkan perpustakaan digitalnya dengan menggunakan bantuan website seperti misalnya digilib, library, lib. atau aplikasi yang dapat diakses apabila terdapat jaringan internet. Setiap perpustakaan harus memiliki inisiatif tersendiri untuk mempromosikan perpustakaannya kepada masyarakat luas agar eksistensi perpustakaan tidak hilang.

 

Oleh: Nurwaniatun, MH

Pustakawan Madya IAIN Kediri

 

 

 

About author