AWARE – CARE – SHARE

Slogan yang digagas beberapa tahun lalu ini mungkin sudah sering terdengar atau terbaca. Namun tahukah Anda makna rumusan slogan tiga-kata tersebut?

Jika mencari di kamus atau referensi lain terkait tiga kata itu, beragam arti pasti akan Anda dapati. Tapi bagi para penggagas, ketiganya merupakan representasi karakter personil yang ingin ditumbuh-kembangkan dalam menjalankan core-business perpustakaan, yaitu layanan dan pendidikan literasi informasi. Ketiga kata sederhana yang dimaknai berikut ini, bila dimengerti dengan baik, diharapkan menjadi persemaian bibit yang baik pula bagi tumbuhnya semangat kerja. Apalagi senantiasa dipelihara dan dipupuk dengan itikad baik melayani. Niscaya, buah manfaat dikemudian hari bukan lagi suatu hal yang mustahil.

AWARE: sadar; memahami (ks.) berkenaan dengan konteks atau ragam pengetahuan dan informasi yang relevan dengan suatu event/ fenomena/ teks/ kebutuhan informasi.

Secara umum, kesadaran/ pemahaman (awareness) ini menjadi semacam pra-syarat bagi seseorang untuk disebut literate (‘melek‘ informasi). Dan tak dapat dielakkan, jika setiap pemustaka berasumsi bahwa pengelola perpustakaan pastilah orang-orang yang literate. Konsekuensi dari pandangan dan asumsi seperti ini, mau tidak mau, adalah peningkatan (up-grade) kapasitas personil pengelola perpustakaan.

Karakter yang hendak ditumbuh-kembangkan: cepat tanggap, ‘nyambung‘ dan faktual (nyata; tidak meng-ada-ada)

CARE: peduli (ks.)

Rasa peduli adalah pemicu inisiatif. Terhadap suatu event/ fenomena/ teks/ kebutuhan informasi, jika seseorang tidak peduli, dia tidak akan tergerak untuk melakukan sesuatu, seperti: mencari tahu tentangnya atau meng-asosiasikan dengan konteks terkait seputarnya. Namun malah cenderung meniadakan motif untuk berbuat/ melakukan sesuatu (acuh/ cuek)

Ketika awareness merupakan pra-syarat untuk literate, maka kepedulian adalah motif-nya. Dalam hal layanan dan pendidikan literasi informasi, seorang pengelola perpustakaan akan ber-inisiatif menghampiri pengunjung yang kelihatan kebingungan dan menawarkan bantuan: ‘Ada yang bisa saya bantu?’ atau ‘Mencari informasi tentang apa ya?’. Disamping itu, aktif mengupayakan selalu up-to-date. Sekalipun untuk hal yang tidak berhubungan dengan bidangnya.

Karakter yang hendak ditumbuh-kembangkan: kecenderungan untuk mengambil peran (inisiatif) dan menjadi bagian dari solusi

SHARE: berbagi (kk.)

Dengan berkembangnya bekal pemahaman/ kesadaran serta tumbuhnya sisi afektif personil berupa rasa peduli (empati/ simpati), ‘berbagi’ dengan senang hati adalah pelengkap karakter personil pengelola perpustakaan IAIN Kediri yang ingin ditumbuh-kembangkan. Khususnya, dalam hal literasi informasi. Sedangkan pada umumnya, dalam hal apa saja.

Karakter yang hendak ditumbuh-kembangkan: pro-aktif dan partisipatif.

Nah, bagaimana menurut Anda?

 

 

 

 

 

 

 

 

By Imam Yanuar

About author

LAYANAN JURNAL, MAJALAH DAN SURAT KABAR

Layanan Jurnal, Majalah dan Surat Kabar adalah bagian layanan yang menyediakan Jurnal, Majalah dan Surat Kabar baik dalam maupun luar negeri.  Merupakan koleksi yang hanya ...